DAY 15: If I Could Run Away, Where Would I Go?

#30DaysWritingChallenge

If I could run away, where would I go? I’m gonna say a place that I have never been to where no one knows who I am. Di antaranya yang selama ini aku bayangkan adalah New Zealand atau Swiss (pun aku sudah mengunjungi Zurich). 

Tapi selama pandemi yang sudah berlangsung kurang lebih 8 bulan di Malaysia ini, jawaban untuk tema tulisan ini agaknya sangat jelas. If I could run away, where would I go? It’s HOME! Tidak ada tempat yang sangat aku ingin datangi melebihi kerinduanku kembali ke rumah, bertemu dengan keluargaku.

Ada seseorang yang berkata kepadaku “tahun ini banyak banget ya ujiannya karena pandemi.” Memang benar adanya pandemi memberikan dampak banyak tidak hanya perorangan, namun bahkan satu dunia. Tapi kalau kita sadari, sesungguhnya sudah sedari dulu semua lapisan masyarakat tentu menghadapi cobaan.

Everyone has their own battles!

Hidup itu ya isinya ujian. Kenapa saat pandemi lebih terasa? Selain ujian yang selalu kita hadapi, ada ujian tambahan karena dampak pandemi ini. Terlebih lagi, perubahan atau adaptasi hal baru dalam hidup membuat orang jadi memiliki banyak waktu untuk berpikir. Akhirnya, jadi lebih sadar akan satu per satu masalah yang dihadapi.

Cemas? Aku rasa semua merasakannya, dengan porsinya masing-masing. We are all warriors of our lives. How we fight our battles determines where our life is headed. 

Tentu bukan hanya aku yang merindukan pulang, bertemu dengan keluarga. Terlebih lagi ketika curva COVID-19 di Malaysia yang tadinya sudah melandai kembali naik. Mulai 14 hingga 27 Oktober akan kembali diadakan Perintah Kawalan Pergerakan Bersyarat (PKPB) atau Conditional Movement Control Order (CMCO) tepatnya di area Selangor, Kuala Lumpur dan Putrajaya.

Adapun aturan-aturannya meliputi:

  • Dilarang bepergian antar distrik. Mereka yang perlu melintasi perbatasan harus menunjukkan kartu karyawan atau surat izin dari perusahaan.
  • Hanya dua orang anggota rumah tangga saja yang boleh meninggalkan rumah untuk membeli kebutuhan (groceries).
  • Semua sekolah, lembaga pendidikan tinggi, lembaga pelatihan, taman kanak-kanak, pusat penitipan anak, taman umum, dan pusat rekreasi akan ditutup.
  • Masjid dan tempat ibadah non-Muslim lainnya juga akan ditutup.
  • Semua kegiatan olahraga, rekreasi, sosial dan budaya termasuk pernikahan tidak diperbolehkan.
  • Pusat hiburan dan klub malam tidak akan diizinkan untuk beroperasi.

Setelah sebelumnya sudah mulai longgar, lalu sekarang harus diperketat kembali. What an exhausting wait in this unprecedented time. Anyhow.. What I know for sure is that the road of my past and present may not have been an easy one, and so for the road ahead could be a lot more difficult. Salah satu cara yang perlu dilakukan saat ini adalah terus berjuang. Ambil rehat ketika terasa lelah, namun teruslah bertahan. 

Untuk tetap menjaga kewarasan, tetaplah bersyukur atas segala hal yang sudah dan sedang terjadi. Those hurdles will make us rethink about life on a much more serious and positive side. Kita akan mendewasa karenanya.

Sudikah kita mengamini segala pengharapan akan apapun tempat yang ingin kita tuju agar segera terwujud? Aamiin!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s