DAY 10: My Best Friend

#30DaysWritingChallenge

Manusia itu makhluk sosial, karenanya akan saling memerlukan satu sama lain. Selain keluarga, hal yang mempengaruhi pembentukan pribadi dan karakter manusia ialah lingkungan sosialnya.

Sebagai makhluk sosial yang juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial, salah satu hal yang punya makna di hidupku adalah sahabat. Saat ini hal yang aku rindukan selain rumah, keluarga, adalah sahabat.

“Sometimes you think you’ll be fine by yourself, ’cause a dream is a wish that you make all alone. It’s easy to feel like you don’t need help, but it’s harder to walk on your own.”

Demi Lovato – Gift Of A Friend

Kita akan selalu bertemu orang baru dalam hidup karena memang itulah yang kita butuhkan. Namun siapa yang tahu orang mana saja yang akan memiliki hubungan lebih dengan kita. Apakah hanya sekedar orang asing yang bertegur sapa demi sopan santun? Akankah menjadi teman saja? Kolega bisnis? Pasangan hidup? Atau bahkan juga sebagai sahabat?

Sahabat memiliki porsi khusus yang ada di hidupku di mana jumlahnya tentu tidaklah banyak. Namun sahabat mampu menerima segala baik dan buruk yang ada di diriku, menguatkan ketika merasa lemah, bahkan mungkin bisa melihat hal yang tidak mampu kita lihat di dalam diri kita sendiri.

Kali ini, dua orang yang ada di ring pertama hidupku sebagai sahabat adalah Mey dan Della. Aku mengenal Della sejak 2009, satu kelas saat kuliah. Sedangkan Mey adalah mutual friend dari sahabat sedari kecilku yang kukenal juga di tahun yang sama dengan Della. Siapa yang sangka kami bertiga akan menjadi dekat sampai sekarang?

Kami pernah ada dalam lingkar dunia yang sama, sebelum akhirnya terpisah untuk tujuan yang berbeda-beda. Namun nyatanya, hal itu tidak memutuskan hubungan kami. Mungkin komunikasi yang terjalin tidaklah intens setiap hari, tapi setiap kami berkomunikasi atau bertemu sulit rasanya untuk mengakhirinya. Aku rasa seperti itulah kami. Tidak perlu setiap hari bertegur sapa, namun sama-sama tahu kalau kami saling ada untuk satu sama lain kapanpun itu.

Siapa yang bilang kami selalu jalan seirama? Manusia memang diciptakan berbeda, dan dari situlah kita belajar untuk saling memahami.

Masing-masing dari kami tentu punya kelebihan dan kekurangan. Tapi begitulah konsep persahabatan, saling menerima apa adanya dan saling memaafkan pada waktunya.

Terima kasih untuk tiap suka maupun duka yang sudah dilewati. Meskipun kita berjarak, semoga terus terhubung selamanya. Sampai menua, sampai menutup mata…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s