DAY 6: Single and Happy

#30DaysWritingChallenge

Wow! Sungguh takjub aku masih konsisten dengan tantangan 30 hari menulis yang sangat penuh komitmen dan terkesan “demanding” untuk diriku. So let’s try on this.. Topik hari ke-enam yang luas akan interpretasi ini.

Am I single? Am I happy? Both are choices in life!

Setiap keputusan selalu ada konsekuensinya, ada yang harus dikorbankan, tapi tentu akan selalu ada hasil yang bisa diperoleh. Menjadi single? It lets me free! Bebas mengenal dan memahami diri sendiri khususnya. I had few relationships back then. But those were failed and that’s life though. Nothing to regret. I appreciate the whole process, anyway.

Umumnya banyak orang merasa status hubungan adalah sebuah “momok” bagi dirinya maupun orang lain. Padahal menurutku, selagi tidak merugikan orang lain dan mampu berbuat baik terhadap sesama, kenapa harus merasa terbebani dengan apapun status yang melekat di diri kita? Berhenti mikirin omongan orang lain adalah jalan terbaik untuk mendapatkan ketenangan jiwa.

Ga ada habisnya deh pertanyaan-pertanyaan yang muncul, seperti:

“Kok sendiri aja? Ga punya pacar?”

Udah punya pacar, “Jangan kelamaan jagain jodoh orang dong.”

Udah nikah, “Kapan punya anak? Jangan berdua terus dong harus ada keturunan.”

Udah punya anak, “Kapan nambah lagi? Kasih temen dong buat anaknya biar ga sendirian.”

Udah besar-besar nih anaknya, “Sekolah dimana?” “Kerja apa?” “Udah ada calon?”

Gitu aja terus siklusnya sampeeeee….. Lidah-lidahnya pada ledes mungkin yah. Lol

People always have something to say to others. Do you know why? Because talk is cheap!

Nyatanya, yang terpenting dari hubungan adalah ruang nyaman untuk diri sendiri. Kalau ga ngerasa nyaman? Buat apa dijalanin? Leave it for your own sakes! Bahkan, ga semua hal harus diketahui kok sama orang banyak. Ada hal-hal tertentu yang ga perlu ditunjukkan dan cukup kita saja yang tahu. Just be private.

Then how about being happy? Aku termasuk orang yang meyakini kalau bahagia itu bukan dicari tapi diciptakan. Caranya? Go seek for an answer inside yourself! You know when you know. Selayaknya perasaan lain yang naik turun, bahagia pun begitu. Tapi selama kita tahu bagaimana cara menciptakannya, aku rasa itu sudah lebih dari cukup. Ga ada manusia yang selalu bahagia, sama halnya ga ada manusia yang selalu sedih, marah, kecewa, dan sebagainya. Semua rasa ada porsi dan waktunya masing-masing.

Hal terpenting dari semuanya menurutku adalah rasa syukur. Ketika aku bisa mensyukuri apapun rasa yang ada dalam diriku, I feel so great!

Whatever my relationship status is, I just need to create my own happiness as I deserve it!

To sum up this rambling, I’m single, happy, and fortunately still grateful for my life.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s