Mereka Bilang Kami Generasi Pemalas

Generasi millennials itu pemalas!

Like someone said, it’s the same shit different day. Apa yang dikeluhkan sama generasi kakek nenek ke ayah mama, apa yang ayah mama keluhkan ke aku sama adik tentu berbeda. Bahkan tidak jarang lompatan perbandingan yang menyebabkan gap pun bisa dijumpai seperti dari nenek kakek dibandingkan sama generasiku atau bahkan adikku–yang bedanya bisa 40-50 tahun. Oh please!

We’re not lazy, we just happen to know how to google!

generasi pemalas dari google

Ga perlu lagi nunggu balasan surat berhari-hari, berminggu-minggu atau mungkin berbulan-bulan. Bisa lewat email. Ga perlu lagi pakai pager, telepon umum, sms biasa, karena bisa lewat chat, bahkan video call.

Berbicara teknologi erat juga kaitannya dengan yang namanya toko online. Iya, coba deh bayangkan kalau kalian di masa lalu harus pergi keluar kota untuk membeli sesuatu yang tidak ada di kota yang kalian tempati, di masa ini dengan mudahnya bisa beli apapun melalui toko online cukup ketik kata kunci yang diinginkan, dan VOILA! Benefitnya?? Praktis tanpa perlu keluar tenaga banyak, akomodasi, dan waktu tentunya.

Namun kemudahan dan perkembangan zaman ini seringkali menimbulkan gesekan yang menyebabkan generasi sebelumnya berani memberikan label generasi sekarang dengan “generasi pemalas”. Again, we are not lazy, we just don’t see any reasons not to use the internet. We just don’t like wasting our time while we know we could do something better.

Sama halnya ketika zaman dulu orang-orang berkendara pakai kuda, saat ini beralih ke kendaraan bermotor, apa artinya itu bentuk kemalasan juga?

We need to open our eyes wide awake and accept all this modernity, wisely.

Caranya?? Pakailah internet sebaik mungkin, khususnya generasi muda yang sudah terlanjur punya label “pemalas” yang hanya bisa main Instagram, Twitter, Facebook atau berbagai sosmed lain all day long! Coba tanya sama diri sendiri, apakah perkembangan zaman ini membuat kamu jadi malas dan tidak produktif karena terlalu banyak menghabiskan sebagian besar waktumu di sana? Well, just do a socmed detox then.. Coba baca postingan tentang itu di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s