Si Pelupa

Lebih baik hilang arah daripada hilang akal

Pernah terpikirkan ga kalau hari ini mungkin merupakan jawaban dari doa masa lalu yang pernah kita ucapkan? Bisa jadi sesuai dengan pinta bisa jadi hanya serupa. Namun pasalnya, manusia seringkali lupa. Tanpa secara penuh disadari, beberapa hal bergerak maju, sesuai dengan doa yang dipinta, di atas segalanya semua tentang kebahagiaan kita.

Continue reading “Si Pelupa”

Menghidupkan Mesin Waktu

Tidak ada yang salah dengan kembali ke masa lalu

Memulai selalu jadi hal yang mendebarkan dan sulit di saat yang bersamaan. Iya, sama kayak mau mulai masuk sekolah dulu mikirin gimana nanti di kelas, siapa teman-temannya, gurunya bisa diajak bercanda asik atau ga, dll. Atau kayak gimana cara mulai mengajak gebetan dalam pembicaraan yang ga kedengeran sok asik. “Lah cewe emang bisa mulai?” Hellloooo~ I’m not that type of person, who’s over gender-stereotype like “cewe boleh ini, cewe ga boleh itu.” Eng~ Nganu… Ini tulisan mau dibawa kemana yah? Heu~

Kayaknya kalau bisa kembali ke satu masa selama hidup, aku akan menggunakannya ke masa kecil. Ketika imajinasi bisa berlarian seliar mungkin tanpa batas dan saat di mana sebuah rasa takut mampu terkalahkan oleh sebuah rasa penasaran.

Continue reading “Menghidupkan Mesin Waktu”

Mengurangi Penggunaan Media Sosial

Media sosial itu candu!

Tiba-tiba aku jadi tergerak untuk membuat tulisan ini karena jengah dengan pertanyaan yang berulang kali aku dapati beberapa bulan terakhir,

“Baik-baik aja kan?”

“Lagi ada masalah yah?”

“Kok ga posting lagi sih?”

Terus, aku speechless sendiri sih karena begitu mudahnya orang menilai kondisi seseorang contohnya berdasarkan media sosial-nya. It really is ridiculous!

Continue reading “Mengurangi Penggunaan Media Sosial”

Berdamai dengan Masa Lalu

Berhenti membenci masa lalu!

After countless of fights with myself. After millions questions I wonder what went wrong between us, I realize… Some people grow together, some grow apart. And there’s nothing we could do to fix it.

Continue reading “Berdamai dengan Masa Lalu”