DAY 10: My Best Friend

#30DaysWritingChallenge

Manusia itu makhluk sosial, karenanya akan saling memerlukan satu sama lain. Selain keluarga, hal yang mempengaruhi pembentukan pribadi dan karakter manusia ialah lingkungan sosialnya.

Sebagai makhluk sosial yang juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial, salah satu hal yang punya makna di hidupku adalah sahabat. Saat ini hal yang aku rindukan selain rumah, keluarga, adalah sahabat.

Continue reading “DAY 10: My Best Friend”

DAY 9: Write about Happiness

#30DaysWritingChallenge

“Kapan terakhir kali kamu bahagia?” “Kapan terakhir kali kamu memikirkan diri sendiri dulu sebelum orang lain?” Dua pertanyaan itu mengawali setiap sesi konseling yang kulakukan dengan psikolog beberapa waktu belakangan ini.

Bahagia. Terdengar kata yang sepele dan remeh mungkin. Tapi, apakah yang kamu rasakan benar-benar murni kebahagiaan ataukah semu semata?

Continue reading “DAY 9: Write about Happiness”

DAY 6: Single and Happy

#30DaysWritingChallenge

Wow! Sungguh takjub aku masih konsisten dengan tantangan 30 hari menulis yang sangat penuh komitmen dan terkesan “demanding” untuk diriku. So let’s try on this.. Topik hari ke-enam yang luas akan interpretasi ini.

Am I single? Am I happy? Both are choices in life!

Continue reading “DAY 6: Single and Happy”

DAY 5: My Parents

#30DaysWritingChallenge

What a tough theme for day 5. Literally, without my parents I wouldn’t exist in this world. LOL! Kecuali mungkin aku merupakan hadiah chiki atau tato tempel dari permen karet yosan? 

Continue reading “DAY 5: My Parents”

DAY 3: A Memory

#30DaysWritingChallenge

Rasanya terlalu banyak memori yang dapat disimpan di dalam otak manusia. Penyimpanan short-term memory ada di bagian lobus frontalis, tepatnya di prefrontal cortex. Setelahnya hippocampus akan bekerja untuk menjadikan memori pendek menjadi jangka panjang. 

Lalu satu memori apakah yang terekam dalam hippocampus-ku?

Continue reading “DAY 3: A Memory”