Si Pelupa

Lebih baik hilang arah daripada hilang akal

Pernah terpikirkan ga kalau hari ini mungkin merupakan jawaban dari doa masa lalu yang pernah kita ucapkan? Bisa jadi sesuai dengan pinta bisa jadi hanya serupa. Namun pasalnya, manusia seringkali lupa. Tanpa secara penuh disadari, beberapa hal bergerak maju, sesuai dengan doa yang dipinta, di atas segalanya semua tentang kebahagiaan kita.

Continue reading “Si Pelupa”

Kembali

Menikmati luka
Berpura suka
Namun tetaplah lihat suar
Agar arahmu tak jadi samar

Mantra puisiku yang terus melekat dalam pikiranku selama lima tahun ini.

***

Aku menatap nanar kepada anak lelaki kecil bersepeda biru yang baru saja menabrakku di jalan. Gusar itu kembali datang saat anak itu mengaduh dan meminta maaf dengan gaya bicara cadelnya.

Continue reading “Kembali”