DAY 16: Someone I Miss

#30DaysWritingChallenge

Truthfully speaking.. I miss the old me!

Probably, not many people know that I’m struggling with mental illness: depression to be exact. Not about to point that out, now.. Well, I just miss “the former me”when everything feels so easy to be handled.

Continue reading “DAY 16: Someone I Miss”

DAY 15: If I Could Run Away, Where Would I Go?

#30DaysWritingChallenge

If I could run away, where would I go? I’m gonna say a place that I have never been to where no one knows who I am. Di antaranya yang selama ini aku bayangkan adalah New Zealand atau Swiss (pun aku sudah mengunjungi Zurich). 

Continue reading “DAY 15: If I Could Run Away, Where Would I Go?”

DAY 14: Describe My Style

#30DaysWritingChallenge

Should I play “Style” by Taylor Swift instead? LOL!

Seiring berjalannya waktu dan pengaruh dari banyak faktor pada gaya hidup, bisa mengubah tampilan gaya seseorang. Karena berbicara tentang gaya atau penampilan, sangat erat kaitannya dengan persona individunya. 

Continue reading “DAY 14: Describe My Style”

DAY 8: The Power of Music

#30DaysWritingChallenge

Musisi Amerika Billy Joel pernah bilang, “I think music in itself is healing. It’s an explosive expression of humanity. It’s something we are all touched by. No matter what culture we’re from, everyone loves music.” Sudikah kita meneriakkan kata setuju atas pernyataan tersebut?

Continue reading “DAY 8: The Power of Music”

DAY 4: Places I Want to Visit

#30DaysWritingChallenge

Berdasarkan worldometer total negara di dunia saat ini berjumlah 195 meliputi 193 negara yang termasuk ke dalam PBB dan 2 yang bukan termasuk di dalamnya (Holy See-Vatican dan Palestine). Berapa persen dari total tersebut yang sudah aku kunjungi?

Indonesia terdiri dari 34 provinsi berisikan lebih dari 270 juta jiwa penduduknya. Kira-kira, berapa total provinsi yang berhasil kusentuh?

Continue reading “DAY 4: Places I Want to Visit”

Kaleidoskop Farah 2018!

Throwback to what I’ve been through..

Is there anyone who mentioned that life has to be conventional? No one! “Ga bosen apa kerja pindah-pindah?”, “Kapan mau nikah?”, “Jalan-jalan mulu, kapan nabung buat nikah?”, “Lihat deh temen-temen lain udah pada punya anak, ga tertarik punya juga?”. Muak ga sih sama pertanyaan template bersiklus dengan benchmark hidup konvensional: sekolah – kerja – nikah – punya anak? Kenapa kita terlalu sibuk ngurusin hidup orang lain daripada mikirin apa yang bisa kita kasih ke dunia ini selama kita hidup?

I’ve been learning many things so far. 2018 is a real epic year for me! Lit! Dari pada lama-lama tipes menyerap segala bentuk pertanyaan yang sifatnya “nyinyir bin julid”, I would look back to what I’ve been through in 2018 and let the negativity goes away!

Continue reading “Kaleidoskop Farah 2018!”