Normal yang Baru

Badai pasti berlalu…

Pandemi global menjadi tamparan keras bagi segala lapisan masyarakat khususnya tentang betapa pentingnya kesehatan. Berasal dari keterpaksaan karena keadaan, membuat manusia mau tidak mau beradaptasi dan harus menjalani hal di luar kebiasaan karena tidak punya pilihan lain. Situasi yang sudah hitungan bulanan ini–setidaknya sejak awal kemunculannya di Desember 2019, melahirkan normal yang baru di tatanan hidup manusia.

Continue reading “Normal yang Baru”

Sebuah Perkenalan dari Pandemi Global 2020

COVID-19 adalah kenyataan yang harus dihadapi

It feels like a long hiatus. Menulis membutuhkan komitmen itu benar adanya. Kalau bukan karena situasi yang sedang kualami, mungkin lebih dari ini aku akan mulai kembali mempublikasikan tulisan. Pun tidak ada yang membaca, setidaknya menjadi seutas catatan perjalanan bahwasanya saat ini bukan hanya  aku namun juga seisi dunia sedang menghadapi situasi yang tidak terduga. Semua sama-sama sedang berjuang melawan satu hal: COVID-19!

Continue reading “Sebuah Perkenalan dari Pandemi Global 2020”

Kenapa Traveling Penting?

Pengalaman adalah guru terbaik!

Traveling is kinda investment for me. Iya, selain tabungan, deposito, tanah, emas, logam mulia, asuransi, you named it all! Mungkin masih banyak yang mikir ngapain sih ngabisin uang buat traveling? Nope! It surely is my investment per se. 

Continue reading “Kenapa Traveling Penting?”

Si Pelupa

Lebih baik hilang arah daripada hilang akal

Pernah terpikirkan ga kalau hari ini mungkin merupakan jawaban dari doa masa lalu yang pernah kita ucapkan? Bisa jadi sesuai dengan pinta bisa jadi hanya serupa. Namun pasalnya, manusia seringkali lupa. Tanpa secara penuh disadari, beberapa hal bergerak maju, sesuai dengan doa yang dipinta, di atas segalanya semua tentang kebahagiaan kita.

Continue reading “Si Pelupa”

Kaleidoskop Farah 2018!

Throwback to what I’ve been through..

Is there anyone who mentioned that life has to be conventional? No one! “Ga bosen apa kerja pindah-pindah?”, “Kapan mau nikah?”, “Jalan-jalan mulu, kapan nabung buat nikah?”, “Lihat deh temen-temen lain udah pada punya anak, ga tertarik punya juga?”. Muak ga sih sama pertanyaan template bersiklus dengan benchmark hidup konvensional: sekolah – kerja – nikah – punya anak? Kenapa kita terlalu sibuk ngurusin hidup orang lain daripada mikirin apa yang bisa kita kasih ke dunia ini selama kita hidup?

I’ve been learning many things so far. 2018 is a real epic year for me! Lit! Dari pada lama-lama tipes menyerap segala bentuk pertanyaan yang sifatnya “nyinyir bin julid”, I would look back to what I’ve been through in 2018 and let the negativity goes away!

Continue reading “Kaleidoskop Farah 2018!”