DAY 30: Write about What Do I Feel When I Write

#30DaysWritingChallenge

WHOAAAAAA!!!! I. JUST. CANT. BELIEVE. I. COULD. COMPLETE. THIS. CHALLENGE!!! 

I could finally finish what I started, and it’s such a massive accomplishment for me :’)

Am I being too much? Who cares!

Siapa yang sangka aku bisa menulis selama 30 hari berturut-turut tentang topik yang sebagian besar–atau mungkin sepenuhnya “random”. My main reason for all of these writings is to train myself expressing what I think and feel, which might be a reinforcement when I re-read my writings. You may also say it’s one of the therapies suggested for my mental-health.

Apa yang aku rasakan ketika menulis? Sulit diungkapkan. Sama seperti hidup, ada saat di mana aku terlalu lelah bahkan untuk sekedar menulis satu huruf saja. Tapi ada saat lain di mana aku begitu bersemangat menulis hingga rasanya jariku bergerak lebih cepat daripada pikiranku. It’s a funny experience though, and I never regretted challenging myself for the past 30 days.

Truthfully, I felt so relieved after completing each post. Rasanya setiap tulisan punya nyawanya sendiri dan aku mendedikasikan diriku ketika membuatnya. Benar adanya bahwa ketika kamu merasa beragam tulisan motivasi di luar sana tidak membantu, tulislah tulisanmu sendiri. Aku merasa sedikit banyak tersembuhkan melalui menulis.

Hari ini, ketika hari terakhir aku menyelesaikan #30DaysWritingChallenge adalah tepat di mana aku diingatkan akan jatah hidupku yang berkurang dan hari di mana Tuhan mengizinkanku terlahir di dunia ini 29 tahun yang lalu. Sebagaimana segala penciptaan yang ada di dunia, sudah sepatutnya aku semakin mengucap syukur atas eksistensiku yang masih valid di hari ini. 

Semesta masih tetap beresonansi dengan apapun itu caranya, di mana kuyakini peran Tuhan lah yang membuat semua ini menjadi mungkin. Melihat kembali ke tahun-tahun yang sudah kulalui, boleh lah aku merasa bangga pada diriku.

“Selamat Far! Kamu sudah berjalan sampai sejauh ini. Teruslah menguat sebagaimana mestinya.” Tepukan hangat di pundak sendiri rasanya tidaklah berlebihan.

Dear Farah,
Give yourself room to bloom.
Be at peace with yourself.
Be well rounded, be curious.
Don’t go fast, go far.

——

Then, will I write after this? Hope so.. We’ll see.. ‘Till then!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s