DAY 12: Favorite TV Series

#30DaysWritingChallenge

I definitely miss my good old days. Banyak tayangan serial di tv yang aku tonton selain kartun setiap akhir pekan tentunya. Jauh sebelum ketenaran Money Heist saat ini, telenovela lebih banyak digandrungi seperti Amigos X Siempre, Dulce Maria, Paula & Paulina, dll. Atau bahkan jauh sebelum drama korea melejit seperti Itaewon Class, aku sudah mengenalnya pertama sejak tahun 2000 melalui Autumn in My Heart (yang diperankan Song Hye Gyo), Winter Sonata, Stairway to Heaven, Lovers in Paris dan masih banyak lagi.

I enjoy watching tv series–even though it’s time consuming.

Sejujurnya sulit kalau aku diminta untuk memilih serial tv unggulan. Buat yang tahu aku sedari sekolah bahkan kuliah, tentu paham betapa aku menggilai korea dan segala isi-isinya. Ya berawal dari Autumn in My Heart yang kutonton, lalu Winter Sonata. Well, I know.. It might be not appropriate to let an elementary student watch this kind of entertainment. Tapi pada saat itu aku menonton bersama tante-tanteku. LOL.

Anyway.. It led me to Korean addiction, not only its drama but also its culture. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk menjadikan perkembangan drama Korea di Indonesia sebagai tema besar skripsiku. Ridiculous, huh? Tapi sejujurnya kalau diingat serial televisi yang meninggalkan kenangan cukup membekas untukku bukanlah telenovela apalagi drama Korea.

It was an American comedy-drama tv series: Gilmore Girls! I’m a big fan of it and I love how Netflix can bring it back now!! Serial 7 musim tentang Lorelai Gilmore sebagai seorang single parent yang memiliki anak perempuan di usia yang masih sangat muda, Rory Gilmore. Aku suka kehangatan yang terjalin antara Rory dan Lorelai (they have the warmest bonding as mom and daughter yet not being too much).

Mungkin karena aku kurang memiliki hubungan yang dekat dengan orang tuaku, tapi aku memiliki kedekatan serupa dengan tanteku–so the story feels quite relatable in some ways and content.

Selain fokus pada kisah Lorelai dan Rory, Emily–Ibu Lorelai pun memiliki peran penting. Di mana kisah ini menggambarkan tentang setiap generasi perempuan Gilmore yang memiliki pendapat dan sudut pandang berbeda. Banyak pertengkaran yang terjadi, tapi pada akhirnya akan selalu ada jalan tengah karena cinta mereka sebagai keluarga melebihi perbedaan pendapat mereka.

Aku rasa ga mungkin menuliskan ulasan permusimnya seperti apa. So, if you would like to watch a warm series between mother and daughter with lots of life lessons in it, try watching Gilmore Girls. You’ll fall in love and even not realize that you’re able to watch 7 seasons plus 1 extra season (A Year in the Life).

Sehabis menulis ini, aku jadi mau mengulang nonton lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s