DAY 4: Places I Want to Visit

#30DaysWritingChallenge

Berdasarkan worldometer total negara di dunia saat ini berjumlah 195 meliputi 193 negara yang termasuk ke dalam PBB dan 2 yang bukan termasuk di dalamnya (Holy See-Vatican dan Palestine). Berapa persen dari total tersebut yang sudah aku kunjungi?

Indonesia terdiri dari 34 provinsi berisikan lebih dari 270 juta jiwa penduduknya. Kira-kira, berapa total provinsi yang berhasil kusentuh?

By traveling, we discover diversities among cultures, races, religions, and many things we have never known before.

Dari total negara di dunia, baru sekitar 7% yang aku datangi (itu juga kalau dihitung negaranya saja meskipun hanya mendatangi satu kota kecil). The world is so damn huge! Sedangkan untuk Indonesia sendiri, aku sudah mengunjungi 14 provinsi–masih belum ada setengahnya kan? Jadi ketika ditanya “tempat mana saja yang mau didatangi?” BANYAK!! I would love to visit all places that I have never been to before. 

Aku selalu berpikir semua hal itu mungkin bisa diukur, but experience is always become so priceless! Kita bisa ketemu hal-hal baru yang ga pernah kita sangka atau mungkin tahu ketika kita pergi ke tempat-tempat baru. Ibaratnya, “membaca” buku langsung dari tempatnya, bukan dari sekedar tekstual, audio, visual, atau gabungannya.

Aku seringkali berandai-andai perlu waktu berapa lama sampai setidaknya 50% dari semua negara di dunia bisa kudatangi? Atau dalam lingkup terkecil sebagai seorang Indonesia, kapan aku bisa menginjakkan kaki di seluruh provinsi di Indonesia? Bukan ga mungkin semuanya terwujud, cuma selayaknya setiap pencapaian tentu selalu ada pengorbanan pada prosesnya kan..

We should believe that life would be pretty much surprised when we never put a limit on anything. Kata lainnya “nawaitu” alias niat. Di mana ada harapan, kemauan, dan usaha, pasti selalu ada jalan yang terbuka kok.

Semua narasi panjang kali lebar yang kusampaikan dari awal di atas mungkin jadi keinginan utamaku sebelum pandemi ini: aku ingin ke tempat mana saja yang belum pernah kudatangi. Tapi lain cerita saat ini. Rumah adalah tempat yang ingin kutuju. Kalau aku bisa memilih satu superpower, aku akan memilih teleport. Ke mana? Rumah!

Aku semakin mempercayai bahwa jarak diciptakan untuk memberi ruang pada rindu. Bertahun-tahun aku terbiasa merantau berpindah-pindah tempat dan berjarak dari rumah, tapi tidak pernah ketidakpulanganku selama ketika pandemi ini. Bukanlah hanya masalah jarak dan perbedaan negara, namun juga karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan aku pulang. Pun aku bisa kembali ke Tanah Air, aku tidak akan bisa kembali lagi ke Negeri Jiran (setidaknya selama border masih ditutup karena covid-19 yang merajalela ini).

Pada akhirnya.. Sejauh manapun aku melangkah, rumah akan selalu menjadi tempatku berpulang. Tujuan akhir dari setiap perjalananku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s