Do What You Wanna Do

Can you define what success is? Tiap orang punya parameternya masing-masing, buatku dengan merasa “financially independent” itu artinya aku sudah bisa sukses menjadi manusia yang seenggaknya ga menyusahkan orang lain, khususnya keluargaku. Tapi seringkali hal-hal kecil bisa memicu dan menggeser makna sukses itu sendiri. Contohnya? Omongan orang lain!

Kenapa masih banyak orang yang senang mengecilkan dunia orang lain dengan menanamkan rasa tidak rela pada apa yang dimiliki, mengkritisi banyak hal seperti agama, penghasilan, jabatan, pasangan, keluarga, apapun yang ada di hidup mereka? Tanpa kita sadari, hal tersebut bisa menjadi sumbu yang bisa memicu ledakan di hidup orang lain. 

Ketika kita melawan stigma dunia, kita akan selalu dilihat salah dengan cara-cara yang ga sesuai aturan yang dibikin sama zona nyaman setiap orang. Sebenarnya ga jadi masalah, karena dari situ lama kelamaan kita akan tahu mana orang yang mengenal kita dan mana yang tidak. Terpenting di atas itu, dalam prosesnya kita akan lebih mengenal seperti apa diri kita. Namun tentu pada prosesnya juga, hal itu dapat sangat mempengaruhi hidup kita. Bagus kalau bisa bertahan dan melanjutkan hidup sebagaimana mestinya, kalau justru jadi membuat kita menyerah?

Aku berkali-kali merasa gagal sebagai manusia, ga tau apa yang harus aku lakukan dan akan aku lakukan di hidupku. Karena apa? Stigma yang tercipta seperti label perilaku berdasarkan atribut yang dikenakan (hijab misalnya), parameter kesuksesan atau hidup nyaman seseorang, usia seharusnya menikah atau punya anak, dan banyak hal lainnya yang menurutku minim faedah untuk dibahas oleh orang lain di hidup kita. It affects me in some ways: yang membuat aku merasa “fail”.

In life, we’ll easily disappoint parents, friends, even ourselves. Tapi itu caranya buat kita belajar. Kegagalan membentuk kita and it doesn’t meet that your life is ruining. Life is not all smooth! Orang tuh cuma ngeliat pas ujungnya gagal tapi ga pernah tau prosesnya, perjuangannya sebesar apa. Jadi, jangan pernah tertekan sama ekspektasi orang-orang because it will kill you.

Just trust yourself. Kamu ga tau harus percaya sama siapapun dan ga perlu menjelaskan supaya orang percaya sama kamu.

It’s just a matter of how you determine what kind of success is. It depends on what you define it, not others. Berhenti membandingkan diri sama orang lain.

“Satu-satu, pelan-pelan.” Salah satu nasehat yang selalu nenek ulang-ulang setiap aku mengeluh kalau lagi punya banyak masalah. Aku pun selalu mencoba meyakini kalau ga ada masalah yang ga bisa diselesaikan, kuncinya cuma bersabar, urai benangnya pelan-pelan biar ga kusut. The struggle is so hard, yet a worth to try!

As an adult I think that I should do whatever I want to do in my own life. I have a huge ego, basically. “Apapun yang terjadi sama hidupku, yang harusnya tersenyum terakhir ya aku, bukan orang lain sekalipun keluarga.” menjadi semacam mantra yang coba aku ucapkan sebagai bentuk afirmasi buat hidupku saat ini. Karena terkadang menjadi egois untuk menjadi pribadi yang lebih baik sangat diperlukan demi kesehatan mental!

In my opinion, at the end of the day.. Your parents and anyone who genuinely loves you, should be happy if you are happy. Period!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s