Belajar di Kinokuniya Suria KLCC

Siapa bilang belajar cuma di sekolah aja?

Ngumpulin mood untuk menulis itu BERAT!

Baiklah, mari kembali bercerita melalui tulisan yang “penting-ga-penting” ini 😀

Sore itu dengan impulsive-nya (setelah berhari-hari membusuk di kamar karena merasa malas “bersentuhan” dengan dunia luar) aku memutuskan untuk keluar. Kemana saja ga jadi soal, yang penting aku perlu bersentuhan dengan sinar matahari langsung, bukan lagi dari celah jendela kamar semata. Aku perlu “melihat” dunia dan berinteraksi dengan orang lain siapapun itu di luar sana.

Sambil menyusuri jalan menuju stasiun pun masih tidak terbesit ide sama sekali mau kemana tujuanku. Biarlah kakiku melangkah sesukanya. Masuk kereta, ada kursi kosong yang bisa aku duduki, di mana tidak ada siapapun yang berdiri. Artinya, aku bisa leluasa duduk. Tapi lagi-lagi pikiranku melagu sendiri, “Ah malas lah duduk. Diri saja.”

Akhirnya turunlah aku di stasiun KLCC. Awal menginjakan kaki di Kuala Lumpur, tentu penasaran untuk mendatangi tempat ini yang punya ciri khas Petronas / twin tower-nya. Namun lama-lama setelah menetap berbulan-bulan merasa “Duh ngapain ke sini lagi kalau ga butuh-butuh banget.” Kali itu, aku teringat toko buku Kinokuniya di Suria KLCC yang termasuk besar. Pikirku saat itu, yaudah lah habiskan waktu di toko buku saja meskipun tidak tahu apa yang mau dibeli di dalamnya.

Toko buku menjadi salah satu tempat menarik bagiku untuk dikunjungi. Hal-hal baru bisa kutemui di sana. Namun sebagai penggemar buku-buku fiksi, tentu pilihan pertamaku ya area itu. Selurus pandanganku ketika sampai di area fiction, satu buku yang menyita perhatianku adalah “The Little Prince” karya Antoine de Saint-Exupéry. Buku menarik yang sudah kubaca dari SMP. Tanpa pikir panjang, aku beli buku itu–yang mana akhirnya aku beli untuk kuhadiahkan kepada seseorang yang aku tahu dia akan menyukai buku itu juga (Gave it already and he really loves it!).

The little Prince Antoine de Saint-Exupéry Penguin Classics

Aku susuri lorong-lorong berikutnya berharap menemukan hal menarik lainnya. Di area non-fiction sambil mataku bergerilya mencari-cari buku lainnya, seseorang bergumam di sebelahku. Aku hiraukan karena selain tidak mendengar jelas, aku rasa itu hanya bentuk ekspresinya saja tanpa ingin mengajakku berbicara. Namun orang tersebut seraya menekankan kalimat terakhirnya dan mengencangkan suaranya sedikit ke arahku dan berujar, “isn’t it?”. Sontak aku menengokkan kepalaku ke arah kanan dan mendapati seorang wanita muda kisaran 30 tahun’an melepas senyumnya ke arahku.

Refleks aku balas senyum ke arahnya dan bertanya kepadanya, “come again?”. Then, long-short story kami jadi berbincang-bincang. Ia menanyakan bahwa kenapa buku-buku di Kinokuniya tepatnya di dalam Suria KLCC jauh lebih mahal dibanding di tempat lain maupun di toko buku lain. Sederhananya, menurutku karena itu kawasan turis yang mana segmentasinya memang bukan buat lokal. Ia pun menyadari hal tersebut cukup masuk akal dijadikan alasan.

Aku jadi terpancing untuk menginformasikan kepadanya bahwa selama aku di Malaysia ini aku berusaha untuk memperhatikan hal-hal kecil di sekitarku. Salah satu penemuanku ialah tentang perbedaan harga es krim Choco Top kepunyaannya McD. Iya, entah sesering apa aku beli es krim itu di berbagai tempat sampai aku menyadari perbedaannya. Contohnya harga es krimnya di Midvalley Mall sebesar 2 MYR, namun kalau di Suria KLCC bisa mencapai 2.5 MYR. Tidak hanya itu, beberapa barang seperti produk bodyshop pun berbeda beberapa ringgit di Suria KLCC.

Oleh karena itu aku berasumsi sendiri kalau memang wajar harga buku di Kinokuniya Suria KLCC sedikit lebih mahal. Pada dasarnya memang harga barang-barang di Kinokuniya sendiri terlepas dari di KLCC memang lebih mahal dibandingkan di MPH Bookstore misalnya. Mau yang lebih murah lagi kalau ingin mencari buku? Coba bermain ke daerah Pasar Seni, di sana ada beberapa gerai toko buku “antik” dengan harga terjangkau. Kenapa bisa murah? Salah satu toko buku di sana yang kudatangi memang menerima jual dan beli buku. Jadi bisa dibilang buku-buku bekas atau ada juga buku bagus namun sedikit cacat produksi dari penerbit.

toko buku antik

Aku jadi punya teman baru dan bisa sedikit banyak sharing tentang berbagai macam hal dengan perempuan Chinese lokal yang kutemui itu–Peiyee namanya. Tidak hanya aku yang membagikan ceritaku namun ia juga berbagi info tentang daerah-daerah menarik untuk dikunjungi di luar Kuala Lumpur (salah satunya berhasil kukunjungi atas rekomendasinya–akan kubahas ditulisan berbeda).

Aku selalu tidak suka dengan pemberian label antara seorang introvert dan extrovert, karena aku justru lebih merasa nyaman berada di tengahnya–ambivert. Karena ada saatnya di mana aku perlu menyendiri, menghabiskan waktu di kamar saja misalnya, dan menolak kontak dengan orang-orang, namun ada saatnya aku pun perlu keluar dan bersosialisasi. Keputusanku untuk memaksakan diri keluar dari kamar saat itu sangatlah tepat. Seringkali setiap aku menemui orang baru, hal-hal baru akan menjadikanku merasa lebih bermakna dan memotivasiku untuk semakin mengetahui banyak hal di luar sana.

Salah satu alasanku menulis ialah ingin membiarkan pikiran-pikiran serta pengalamanku tidak hanya tersimpan di kepalaku sendiri. Aku tidak punya keinginan untuk membuat tulisan-tulisanku menjadi sesuatu yang menginspirasi atau apapun itu, namun lebih dari itu aku ingin menjadikan “jurnal” ini sebagai sarana pendokumentasian atas apa yang ada di diriku, di kepalaku, di hidupku.

Buku yang kudapat? Hanya satu. Namun aku belajar banyak hal yang jauh lebih menyenangkan dan bernilai sore itu. Belajar dari dunia luar memang selalu lebih mengesankan!

Terima kasih untuk yang mau membaca sampai akhir 🙂

One thought on “Belajar di Kinokuniya Suria KLCC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s