Fajar Kala Itu

Niatnya biar bugar.
Maklum lebih cinta sama kasur daripada olahraga.
Keluarlah lari pagi.
Sampailah di tempat yang dituju.
Mau mulai lari-lari kecil, seseorang dari belakang menepuk pundakku,
“Mba, tali sepatunya”.
Terlepas.
“Eh iya makasih, Mas” segera kuikat dan mulai lari.
Di pertengahan jalan, aku berpapasan kembali dengan pemuda sebelumnya.
“Eh si Mba. Udah bener tali sepatunya?”
Basa-basi. Pikirku.
Senyum sekenanya kulemparkan ke lelaki itu.
“Sering lari di sini mba?”
“Eh? Ga. Baru kali ini. Iseng aja.”
“Iseng yg bermanfaat yah. Bagus mba, buat kesehatan.”
Krik.
Singkat cerita aku dapat teman lari. Awalnya ga suka lari. Tapi tanpa disadari sudah 3 putaran besar kususuri. Sebelum berpisah, si pemuda itu bilang,
“Besok-besok lari bareng lagi yuk!”
Pola hidupku berubah.
Apasih yg paling penting dari hidup? Menjadi lebih baik kan?
Karena semua perubahan ga mungkin terjadi kalau sekedar niat.
Iya.
Niat.
Disertai tindakan.

***

Sayangnya..
Cerita di atas cuma fiktif belaka.

Kalau niat udah.
Tindakan udah.
Masih belum dapat hasil.
Artinya ada yang kurang.
Yang belum apa?
Konsistensi!

Kalau belum bisa konsisten olahraga,
setidaknya aku sedang mencoba konsisten menulis setiap harinya.
(alasan malas olahraga) Haha

Tapi kalau ga ada yang baca gimana?
Bukan perkara. Niatnya kan untuk latihan menulis.
Pasalnya, aku terlalu banyak berpikir dan bicara.

Lantas kalau ada yang baca, itu jadi bonus!
Terima kasih buat kamu yang sedang membaca ini 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s