Memori

Kali ini aku ingin berbagi sedikit tentang hidupku.
Hidup yang seringkali kutertawakan.
Bukan karna aku meremehkan, tapi tepatnya karna hidup memang lucu.

Pada satu waktu aku bisa saja tiba-tiba menangis, dan di detik berikutnya aku tertawa.
Lucu bukan?

Bianglala yang kunaiki seringkali bergerak tidak sesuai ritme, hingga aku tak pernah tau pada detik ke berapa ia di atas, dan kapan ia di bawah.
Sama seperti hidupku.
Di saat yang hampir bersamaan, rahangku bisa sakit karena tertawa dan basah melingkupi mataku karena menangis.

Contohnya tadi malam.
Intensitas tidurku sudah tidak wajar, entah sejak kapan.
Kegiatan yang sangat ga jelas dan acak bisa kulakukan kala itu.
Kubuka file family di laptop, dan kutonton video amatir yang kuambil saat salah satu sepupuku mengunjungiku di Bandung pada 2009. Hanya rekaman kegiatannya yang mengoceh ga karuan khas bocah 5tahun, tapi aku dibuat terpingkal karena gigi tanggalnya di depan.

Memori.

Sampai pada file-file foto yang kulihat satu per satu, masih di folder yang sama.
Semburat senyumku terpancar dalam kamar yang tidak kuhidupkan lampunya.

Memori.

Kemudian kusadari pelipisku tidak lagi kering. Ada tetes yang keluar dari bola mataku saat dalam sekejap kuteringat akan semua kewajibanku untuk tetap membahagiakan mereka. Keluargaku.

Serentetan pengharapan mereka baik yang tersurat dan tersirat, melagu dalam heningku.

Dunia…
Tolong titip rasa cintaku yang teramat kepada mereka yang menjadi alasanku berdiri hingga saat ini, entah sejauh apapun kami berjarak.
Biarkan semesta bersatu bantu aku wujudkan mimpi-mimpi mereka…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s