Kangen Indonesia!

Ini mungkin terkesan lebay, but I’m honest with my feeling. Ga mengada-ada. Baru satu kuartal di Malaysia dan baru juga 1 bulan balik dari Indonesia, tapi rasanya rindu sama negara sendiri 😦

Buat orang yang state kalo hidup di luar negeri itu enak, you could be wrong! To clarify, hidup jauh dari rumah perlu encourage besar. Di mana masalah bukan cuma karena homesick. Mungkin itu bisa jadi nomor ke sekian. For me, living outside my country is the most challenging part I’ve ever experienced. Meskipun sebelumnya pernah mengecap hidup di luar kota, but believe me ketika kamu ditempatin bukan di negaramu, hal yang kamu pikirkan tiap harinya ialah “how to survive!”

Iya! Banyak banget hal yang perlu dilakuin. Meskipun banyak yang bilang “Yaelah Malaysia deket, ga usah lebay deh!”. Buat yang punya pemikiran kayak gitu, aku yakin banget pada dasarnya kalian ga pernah tahu kalau tiap bulan yang aku pikirin itu cuma gimana ngatur keuangan biar bisa dibagi-bagi untuk bayar sewa tempat tinggal, makan, transportasi ke kantor, sampe ke biaya-biaya lain yang terkait dengan pengeluaran keluarga di Indonesia, dan nabung tentunya.

Ga salah baca kok. Dari kecil aku tinggal sama nenek dan kakek. Meskipun ga ada yang force me to pay for house utilities like phone bills, electricity bills, and even internet, but somehow aku merasa itu bentuk responsibility-ku untuk membahagiakan mereka yang udah merawat dan membesarkanku sampai sekarang. And I don’t feel any burden because of that. I’m happy to make my family happy!

Again, balik lagi ke persepsi orang tentang hidup di luar negeri itu enak. Screw that! Mungkin kalau aku anak dari konglomerat, presiden, pejabat, atau berkarir sebagai selebgram yang tiap hari bisa nongkrong di kafe, bosan tinggal shopping, intinya kalau mengeluarkan uang semudah itu buatku tentu kayaknya ga ada lagi drama-drama financial kayak sekarang (bukan berarti aku kekurangan yah, nope. I’m grateful with what I have now. Alhamdulillah!)

Semua orang punya cara berjuang dalam hidupnya masing-masing, so do I. Menyesal? Ga sama sekali! Cuma ya itu. Suka sensitif banget bawaannya sama orang-orang yang cuma bisa menjustifikasi dengan enaknya. Hidup di negara orang itu ga se-indah foto-foto di Instagram loh. Yaiyalah. Emang ada gitu yang rela foto lagi susah-susah atau nangis diposting? Kalaupun ada, that’s nonsense. Karena pada umumnya sosmed adalah branding “positif” dari masing-masing penggunanya kok. Mana ada yang mau keliatan jelek?

Siapa sih yang bilang kalau udah di luar negeri biasanya bakal lupa sama negara sendiri? Entah yah kalau orang lain. Tapi justru buatku ketika aku jauh kayak sekarang ini, kecintaanku sama Indonesia justru bertambah! Like, seriously! Semacet-macetnya Jakarta atau Depok yang puluhan tahun jadi rumahku, bahkan Bandung yang membuat aku mencinta dengan segala kreatifitas di dalamnya, membuatku merindu! To be honest, makanan pinggir jalan yang jorok di Indonesia tetap lebih nikmat dibandingkan di sini.

Apa kelebihannya Malaysia? Banyak! Iya, sebut aja banyak barang branded yang harganya lebih murah daripada di Indonesia. Tapi aku bukan orang yang suka belanja kalau ga butuh-butuh banget. Kayaknya udah ga di fase yang ngerasa punya barang branded itu langsung “naik-derajat” sosialku meskipun ada kesanggupan untuk beli. Apalagi yang lebih dari Indonesia? Fasilitas! Banyaknya opsi transportasi publik membuat semua orang di sini mungkin mikir-mikir yah buat beli kendaraan pribadi. Padahal kalau emang mau ya bisa aja kok beli kendaraan sendiri. Dari segi efisiensi waktu, bahkan kenyamanan dan keamanan menggunakan transportasi umum di sini juara! Gimana ga, bertahun-tahun jadi “anak kereta” di Jakarta udah khatam lah gimana rasanya berdesakan dengan bau-bau keringat dan copet di mana-mana. Di sini? Nyaman dan aman!

Terus kenapa masih kangen sama Indonesia? “Itu mah karena keluarga, temen-temen, sama pacar di Indonesia kali Far. Coba semuanya di Malaysia.” Ini statement paling rasional. But with a deep thought, kayaknya ga juga sih. Mungkin lebih karena Indonesia luas, bermacam suku, budaya, bahasa, ragamnya itu bikin bangga dan kangen. Di sini juga banyak kok orang dari berbagai macam negara, tapi entah kayak ga khas karena emang bukan dari satu tempat yang sama mungkin yah. I don’t know though. There’s something that I couldn’t explain more about Indonesia which I love it. But ironically, di saat yang bersamaan juga banyak hal yang mengecewakan sih di negara sendiri 😦

Banyak yang bilang aku belum beradaptasi di Malaysia. Menurutku, ga juga kok. Aku orang yang sangat flexible dan mudah adjust di mana pun dan dengan siapapun. So, what’s the problem? Not sure.

Jadi intinya postingan ini mau ngomong apaan sih, Far? Ga ada. Cuma pengen ngeluarin unek-unek aja dari orang-orang yang cuma bisa judge “hidup enak di luar negeri” dan lebih dari itu.. Aku kangen Indonesia :’)

Wherever I am, my heart still remains in my homeland.. Indonesia!

dieng-indonesia-e1531216202265.jpg

P.S: I Miss U, My Dearest Archipelago!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s